Roy Suryo Beberkan Kebohongan Saksi Maret Samuel Sueken di Sidang Ijazah Jokowi, Apa Saja?
"Kebohongan pertama kan saya katakan, saya dan dia kan mengajukan beberapa link ya, saya tanya, apakah link itu Anda sendiri yang download? Ya. Kemudian tanya, apakah Anda nonton full?" Salah satu acara yang biasanya durasinya itu adalah 4 jam lebih bahkan kadang-kadang bisa lebih ya," kata Roy Suryo.
"Nah, itu dia hanya download sepanjang 7 menit 33 detik. 7 menit 33 detik digunakan untuk memastikan tindakan saya di situ dan apalagi yang dia download itu adalah URL sampah, link sampah. Itu dari TikTok orang lain, itu sudah ada tambahan caption, bukan asli dari TV yang bersangkutan," ucapnya lagi.
Roy juga mempersoalkan keterangan Maret mengenai pernyataan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait ijazah Jokowi. Roy menyebut Maret sempat mengidentifikasi pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut sebagai rektor UGM, tetapi kemudian mencabut pernyataannya.
"Yang kedua, dia juga kemudian saya temukan kebohongannya ketika dia mengatakan itu adalah Rektor UGM. Untungnya dia mencabut statement itu. Saya paksa dia, kalau nggak ada bohong 7 tahun ada, karena itu bukan rektor. Jadi kalau dia mengatakan pihak yang resmi saja, lha pihak yang resmi saja dia salah mengidentifikasi, yang resmi siapa, itu pun tidak bisa," ujarnya.
Hal lain yang disoroti Roy adalah keterangan Maret mengenai ijazah pembanding. Roy membantah pernyataan saksi yang mengaku melihat ijazah pembanding milik rekan Jokowi saat pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Menurut Roy, tidak ada ijazah pembanding seperti yang disebutkan Maret yang diperlihatkan dalam pemeriksaan tersebut. Dia menyatakan dokumen yang ada hanya berupa ijazah S1 dan ijazah SMA.
"Ijazah pembanding, itu tadi juga bohong, ya. Maret Samuel Sueken mengatakan dia melihat ijazah pembanding, makanya saya kejar. Bohong ini ijazah pembanding, karena yang ada itu hanya satu yang disebut ijazah S1, satu lagi ijazah SMA. Tidak ada satu pun ijazah pembanding yang dia sebut itu ada ijazah yang diperlihatkan. Jadi itu kebohongan-kebohongan dari Maret Samuel Sueken," ucapnya.
Editor: Donald Karouw