Sofyan Basir Divonis Bebas, Ini Tiga Pertimbangan Hakim

Felldy Utama ยท Senin, 04 November 2019 - 16:15 WIB
Sofyan Basir Divonis Bebas, Ini Tiga Pertimbangan Hakim

Mantan DIrut PT PLN (Persero) Sofyan Basir. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir divonis bebas. Ketua Majelis Hakim Hariono menyatakan Sofyan Basir tidak terbukti memfasilitasi pertemuan antara anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, politikus Partai Golkar Idrus Marham dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memiliki tiga pertimbangan. Pertama, anggota majelis hakim Anwar menjelaskan, Sofyan Basir dinilai tidak terbukti mengetahui kesepakatan penerimaan fee yang akan diterima pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrinso Kotjo dari CHEC Ltd. Fee 2,5 persen atau 25 juta dolar AS akan diberikan ke sejumlah pihak.

Setya Novanto, saat bersaksi di persidangan mengatakan tidak mengetahui soal pembagian fee tersebut. Sedangkan Sofyan Basir yang mendantangi perjanjian Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC, Ltd) tidak tercantum atau bukan sebagai pihak yang menerima fee.

"Terdakwa Sofyan tidak memahami dan tidak tahu fee yang akan diterima Johannes Kotjo dan tidak tahu kepada siapa saja akan diberikan," katanya.

Kedua, menurut Anwar, Sofyan tidak mengetahui uang yang diterima Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang berjumlah Rp4,75 miliar dari Johannes Budisutrinso Kotjo. "Sesuai dengan keterangan Eni Maulani Saragih bahwa uang dari Johannes Kotjo tersebut bahwa terdakwa Sofyan sama sekali tidak tahu," ujarnya.

Ketiga, penandatanganan kesepakatan IPP PLTU MT Riau 1 antara PJBI, BNR dan CHEC, Anwar mengungkapkan, bukan karena keinginan Sofyan Basir selaku dirut PLN. "Penandatangan itu bukanlah keinginan Sofyan maupun Eni dan Johannes Kotjo dan PT PLN Persero memiliki saham 51 persen tanpa membebani keuangan PT PLN," katanya.

Sofyan mengungkapkan rasa syukurnya setelah divonis bebas majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (4/11/2019). Sofyan menganggap putusan ini berkah dari Tuhan.

"Saya bersyukur pada Allah dan pemerintah yang membantu proses ini selesai," kata Sofyan usai menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019).

Majelis hakim terdiri atas Hariono, Hastoko, Saifuddin Zuhri, Anwar dan Ugo. Majelis hakim menilai Sofyan tidak terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan pertama maupun kedua dari pasal 12 huruf a dan pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 56 ayat 2 KUHP.

Sofyan Basir tidak terbukti memfasilitasi pertemuan antara anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, politikus Partai Golkar Idrus Marham, dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua," kata Hariono di dampingi hakim anggota saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019).

Editor : Djibril Muhammad