UNJ: Tidak Benar Terjadi OTT pada Rektor

Felldy Utama ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 22:55 WIB
UNJ: Tidak Benar Terjadi OTT pada Rektor

Komaruddin saat dilantik sebagai Rektor UNJ pada 2019 lalu di kantor Kemendikbud. (Foto: Humas UNJ).

JAKARTA, iNews.id - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meluruskan pemberitaan yang beredar di media massa mengenai kasus operasi tangkap tangan (OTT) pejabat UNJ. OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dilakukan pada Rabu, 20 Mei 2020.

Demikian disampaikan UNJ dalam Twitter resminya @UNJ_Official, UNJ. "Tidak benar terjadi OTT pada Rektor UNJ," bunyi klarifikasi dari UNJ tersebut, Minggu (24/5/2020).

Meski begitu, UNJ membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap salah satu stafnya. "Tidak ada unsur keterlibatan pejabat negara dalam kasus ini (tidak ada kasus Korupsi)," bunyi klarifikasi itu.

UNJ juga menyebutkan saat ini kasusnya telah ditangani Polda Metro Jaya, bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait hal itu, UNJ meminta semua pihak menunggu penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

"Untuk itu semua pihak diharapkan untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi/pemberitaan yang belum tentu benar dengan menjunjung tingg asas praduga tak bersalah. UNJ menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK bekerja sama dengan Itjen Kemendikbud menangkap tangan pejabat UNJ pada Rabu 20 Mei 2010 malam. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap Kepala Bagian Kepegawaian UNJ berinisial DAN.

Deputi Penindakan KPK Karyoto menjelaskan, OTT berawal dari adanya bantuan dan informasi dari pihak Itjen Kemendikbud kepada KPK mengenai dugaan akan adanya penyerahan sejumlah uang yang diduga dari pihak Rektor UNJ kepada pejabat di Kemendikbud.

"Selanjutnya tim KPK bersama dengan tim Itjen Kemendikbud menindaklanjuti informasi tersebut dan kemudian diamankan DAN beserta barang bukti berupa uang sebesar USD1.200 dan Rp 27.500.000," kata Karyoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis 21 Mei 2020.

Karyoto menjelaskan kronologi kasus ini. Rektor UNJ pada 13 Mei 2020 diduga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp5 juta melalui DAN.

Menurut dia, THR tersebut rencananya akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud. Pada 19 Mei 2020 terkumpul uang sebesar Rp55 juta dari delapan fakultas, 2 lembaga penelitian dan pascasarjana.

Pada besok harinya, Karyoto menuturkan, DAN membawa uang Rp37 juta ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan sejumlah pejabat di Kemendikbud. "Setelah itu DAN diamankan tim KPK dan Itjen Kemendikbud," kata Karyoto.

Kemudian KPK menyerahkan kasus dugaan gratifikasi pejabat UNJ kepada kepolisian untuk diproses secara hukum. KPK menyerahkan kasus itu setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, termasuk Kepala Bagian Kepegawaian UNJ berinisial DAN yang sebelumnya ditangkap KPK.

"Setelah melakukan pemeriksaan, KPK belum menemukan unsur pelaku penyelenggara negara," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto dalam siaran pers KPK, Kamis, 21 Mei 2020.

Editor : Djibril Muhammad