Nama Sama, Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport Ternyata Produk Berbeda

Dani M Dahwilani · Minggu, 02 Agustus 2020 - 07:05 WIB
Nama Sama, Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport Ternyata Produk Berbeda

Meski berbagi DNA Mitsubisihi Pajero dan Pajero Sport adalah dua model dengan spesifikasi dan segmen berbeda. (Foto: Which Car/4×4/Mitsubishi)

JAKARTA, iNews.id – Nama Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport tidak asing lagi di telinga pasar otomotif Indonesia. Namun, tidak banyak orang tahu dua model ini merupakan produk berbeda, baik secara spesifikasi, segmentasi maupun sejarah.

Nama Pajero diambil dari “Leopardus Pajeros” atau “Kucing Pampus” yang mendiami dataran tinggi Patagonia di ujung selatan Amerika Selatan, serta mencerminkan keinginan Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menghadirkan sebuah mobil dengan harmoni antara "rasa liar" dan "kecantikan".

Model Mitsubishi Pajero Sport mewarisi DNA dari Mitsubishi Pajero. Mitsubishi Pajero dikembangkan untuk menghadirkan nilai premium "all-around SUV dengan standar global" yang menggabungkan tampilan tangguh, kemampuan SUV di segala medan, teknologi canggih, fitur hiburan dan balutan gaya mewah perkotaan.

“Meski berbagi DNA dengan daya tahan dan performa tinggi, Mitsubisihi Pajero dan Pajero Sport adalah dua model dengan spesifikasi dan segmen berbeda. Hampir seluruh varian Mitsubishi Pajero Sport yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di fasilitas perakitan MMKI setelah sebelumnya diimpor dari Thailand," ujar Presiden Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura.

Dia menuturkan sejak diluncurkan pada 2009 hingga saat ini, penerimaan masyarakat terhadap Mitsubishi Pajero Sport di Indonesia sangat baik dengan populasi mencapai 160.000 unit dan pangsa pasar lebih dari 40 persen.

1. Mitsubishi Pajero

Pada 1980-an Mitsubishi menjadi kekuatan pendorong di belakang boomingnya kendaraan rekreasi dengan model Pajero 4WD. Namun, MMC tidak dapat mengekspor Jeep Mitsubishi ke pasar 4WD ke luar negeri karena perjanjian lisensi dengan “Willys” pada saat pesaing mereka memperluas pangsa pasar di Jepang.

Sementara itu, ramalannya adalah permintaan mobil 4WD akan tumbuh ketika konsumen mencari mereka untuk digunakan di waktu luang. Ini sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengembangkan teknologi penggerak 4WD sendiri.

Editor : Dani Dahwilani

Halaman : 1 2 3 Tampilkan Semua