Infrastruktur Masih Kurang, AEML Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
"Misi kami untuk mengelektrifikasi mobilitas di Indonesia didasarkan pada panggilan melindungi lingkungan dengan mengurangi polusi bagi generasi masa depan. AEML berkomitmen mendukung adopsi kendaraan listrik dan mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif secara global," ujar Dannif, yang juga menjabat sebagai CEO Pertamina New and Renewable Energy (NRE).
Dia menjelaskan untuk mendukung langkah tersebut Indonesia memerlukan pembangunan infrastruktur mobilitas listrik yang merata. Sebagai Ketua Project Management Office (PMO) Percepatan Pengembangan Ekositem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Batterai di Lingkungan BUMN, pihaknya juga ingin men-support percepatan kendaraan listrik khususnya roda dua.
"Kami mendorong bagaimana punya ekosistem baterai, infrastruktur charging. Bagaimana BUMN bisa men-support inisiatif Presiden menggalakkan ekosistem kendaraan listrik melakukan edukasi dan kampanye sesuai dengan kebijakan yang dibuat pemerintah," katanya.
Ini mencakup standarisasi baterai dan standar keamanan kendaraan listrik (safety). "Jangan sampai produk-produk yang dibuat tidak sesuai dengan standar safety. Ini yang kita pastikan. Jika tidak aman bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik," ujar Dannif.
Berdasarkan laporan Statistik Indonesia 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada akhir 2022 ada sekitar 17,2 juta unit mobil dan 125,3 juta sepeda motor di Indonesia. AEML berharap dapat mendukung penggunaan 1 juta mobil listrik dan 3 juta motor listrik pada 2035.