Infrastruktur Masih Kurang, AEML Pacu Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Wakil Ketua Umum AEML, Patrick Adhiatmadja menegaskan penggunaan KBLBB dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan karena bisa mengurangi emisi karbon di Indonesia. Langkahnya adalah dengan membangun kesadaran publik.
"Kita berperan aktif mengurangi CO2. Kalau ada jutaan motor impact-nya akan besar. Selain produksi dan demand harus ada kemudahan enabler," katanya.
Upaya lain dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, lanjut Patrick, AEML bekerja sama dengan Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Asosiasi Ikatan Motor Seluruh Indonesia (AISI), Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) memberikan masukan kepada pemerintah terkait regulasi kendaraan listrik. "Kami juga mengedukasi masyarakat dan calon pemakai motor listrik mengkoversi ke kendaraan elektrifikasi, baik membeli motor baru maupun konversi," katanya.
Adapun infrastrultur dan ekosistem kendaraan listrik yang menjadi perhatian AEML mencakup ketersediaan sel baterai, baterai pak, infrastruktur pengisian dan penukaran baterai, manufaktur kendaraan listrik (termasuk bengkel konversi), armada jasa antar (fleet), serta IoT (Internet of Things).
Editor: Dani M Dahwilani