Estimasi Harga Mobil Low MPV setelah Mendapat Insentif PPn BM, dari Avanza hingga Xpander

Riyandy Aristyo · Senin, 15 Februari 2021 - 12:30:00 WIB
Estimasi Harga Mobil Low MPV setelah Mendapat Insentif PPn BM, dari Avanza hingga Xpander
Pemerintah akan memberlakukan insentif PPn BM untuk mobil berkapasitas di bawah 1.500 cc, di antaranya model low MPV. (Foto: Grafis)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan memberlakukan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) untuk mobil berkapasitas mesin di bawah 1.500 cc mulai Maret 2021. Pemberian insentif menggunakan instrumen PPn BM Ditanggung Pemerintah (DTP) berlaku selama sembilan bulan.  

Dalam tiga bulan pertama (Maret-Mei), insentif PPn BM mencapai 100 persen. Tahap kedua (Juni-Agustus) pengurangan 50 persen, dan ketiga (September-November) pengurangan 25 persen. 

Secara teknis, insentif diberikan mencakup mobil dengan kapasitas mesin kurang dari 1.500 cc, berpenggerak 4x2, termasuk sedan, dengan kandungan lokal mencapai 70 persen.  

Mobil-mobil yang mendapatkan fasilitas tersebut salah satunya low MPV (Multi Purpose Vehicle). Jika melihat spesifikasi kapasitas mesin mobil low MPV paling besar 1.400 cc some thing, tidak genap 1.500 cc (untuk varian terendah 1.300 cc). Artinya, mobil segmen ini masuk dalam ketentuan kendaraan yang mendapatkan insentif.

Dikutip dari Online Pajak, Low MPV masuk dalam kategori PPn BM 10 persen. Artinya, harga jualnya akan terkoreksi 10 persen jika insentif 100 persen berlaku dari harga sebelumnya (untuk wilayah DKI Jakarta)

Berikut skema harga Low MPV di Indonesia jika sudah mendapatkan insentif PPn BM, Senin (15/2/2021).

1. Toyota Avanza

Harga awal Rp200,2 juta sampai Rp231,250 juta. Estimasi harga baru Rp180,180 juta sampai Rp208,125 juta (insentif PPnBM 100 persen)
 
2. Daihatsu Xenia

Harga awal Rp196,750 juta sampai Rp240,650 juta. Estimasi harga baru Rp177,075 juta sampai Rp216,585 juta (insentif PPnBM 100 persen)
 
3. Mitsubishi Xpander

Harga awal Rp221,4 juta sampai Rp278,9 juta. Estimasi harga baru Rp199,260 juta sampai Rp251,010 juta (insentif PPnBM 100 persen)

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2