Upaya Penanggulangan Karhutla Kalimantan Barat Tahun 2027
"Hujan memang memadamkan api, tetapi hujan tidak menyelesaikan akar persoalan karhutla," ucapnya lagi.
Menurut Adi Yani, akar persoalannya adalah bagaimana kita mengelola lahan, bagaimana kita melakukan pengawasan, bagaimana kita memastikan kepatuhan masyarakat dan dunia usaha, bagaimana kita menangani lahan yang berulang kali terbakar, dan bagaimana kita menegakkan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
"Karena itu, musim hujan harus kita manfaatkan sebagai waktu untuk bekerja, bukan waktu untuk terlena," katanya.
"Kita harus menggunakan masa setelah karhutla untuk melakukan pendataan, pemetaan, evaluasi, rehabilitasi, pengawasan dan penegakan hukum. Dengan demikian, ketika musim kemarau 2027 datang, kita tidak lagi mulai bekerja dari nol," ujarnya.
Target kita, menurut Adi Yani, bukan sekadar memadamkan karhutla, tetapi menurunkan kejadian karhutla secara nyata dan mencegah agar lahan yang pernah terbakar tidak kembali terbakar.
"Kalbar harus membangun sistem penanggulangan karhutla yang berbasis data, lokasi, tanggung jawab dan pencegahan," ujarnya.
"Dengan kerja bersama dan konsistensi sepanjang tahun, kita berharap karhutla tidak lagi menjadi persoalan yang kita hadapi setiap tahun, tetapi menjadi persoalan yang secara bertahap dapat kita cegah dan kendalikan," pungkasnya.
Editor: Donald Karouw