AI Masuk Dunia Kerja, Bukan Cuma Gantikan Tugas tapi Ubah Workflow
Perubahan akibat AI juga tidak serta-merta berarti pekerjaan manusia akan hilang. Tantangan yang muncul justru berkaitan dengan perubahan tugas dan kompetensi yang dibutuhkan.
Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Estiarty Haryani mengatakan AI merupakan salah satu alat yang tidak secara otomatis mengurangi kesempatan kerja. Namun, perubahan teknologi tetap perlu diantisipasi dengan mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan.
"AI sebagai salah satu tools dan tidak automatically mengurangi kesempatan kerja tetapi kita perlu meng-counter kemungkinan ini terjadi. Perlu mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk menjawab perubahan teknologi untuk meningkatkan produktivitas," ujar Estiarty.
Artinya, masuknya AI ke lingkungan kerja dapat mengubah pembagian tugas antara manusia dan teknologi. Pekerjaan tertentu dapat dibantu teknologi, sementara manusia tetap memiliki peran dalam pengambilan keputusan dan aspek yang membutuhkan kemampuan manusia.
Hal tersebut juga berkaitan dengan konsep 'human ingenuity'. Dave Ulrich menilai keunggulan talenta di era AI tidak hanya ditentukan kemampuan menggunakan teknologi.