Gara-Gara Facebook Kena Boikot Iklan, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp100 Triliun

Sindonews ยท Senin, 29 Juni 2020 - 18:05 WIB
Gara-Gara Facebook Kena Boikot Iklan, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp100 Triliun

Facebook (Foto: Unsplash)

MENLO PARK, iNews.id - Aksi boikot dilakukan sejumlah merek besar dunia kepada Facebook dengan menghentikan memasang iklan. Aksi tersebut rupanya berdampak pada hilangnya kekayaan bos Facebook Mark Zuckerberg.

Mark dilaporkan kehilangan kekayaan sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun karena harga saham perusahaan anjlok beberapa waktu lalu. Mengutip dari Phone Arena, Senin (29/6/2020), semua kekayaan Mark memang berasal dari saham perusahaan yang didirikannya itu.

Meski kehilangan kekayaan sebesar itu, Mark tetap memiliki jumlah kekayaan 82,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp1170 triliun. Merespon kejadian ini, Mark mengubah sejumlah kebijakan di Facebook.

Salah satunya adalah menandai unggahan yang dianggap melanggar aturan. Sebelumnya, beberapa merek ternama sudah menyatakan akan menghentikan memasang iklan di Facebook. Baru-baru ini, salah satu merek besar yang melakukannya adalah Unilever.

Setelah Unilever, menyusul merek lain yang juga melakukan hal serupa, yaitu Coca-Cola, Docker, dan juga Levi's yang bergabung dalam boikot tersebut. Sementara Hershey memangkas biaya iklannya di Facebook hingga 33 persen.

Di sisi lain, menurut laporan Forbes, praktik moderasi konten di platform Facebook sebagai salah satu akar gerakan pemboikotan ini. Gerakan ini juga diikuti oleh National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), Color of Change, dan Anti-Defamation League.

Asosiasi menegaskan, bahwa mereka tidak akan mendukung perusahaan yang lebih mengutamakan keuntungan. Selain itu, Mark dan perusahaannya dianggap tidak hanya sekadar lalai, tetapi juga merasa puas dalam penyebaran misinformasi di platformnya.

“Facebook tetap tidak mau mengambil langkah signifikan untuk menghapus propaganda politik dari platformnya," kata Presiden dan CEO di NAACP Derrick.

Editor : Dini Listiyani