Gedung Miring Apa Harus Dibongkar? China Temukan Teknologi Rekayasa Koreksi Bangunan
Pendekatan tersebut menunjukkan koreksi kemiringan bukan sekadar membuat struktur atas kembali tegak. Penyebab perubahan posisi bangunan perlu ditelusuri hingga kondisi fondasi dan pola penurunannya.
Sebab itu, investigasi kondisi bangunan, analisis struktur dan fondasi, pengujian lapangan, serta monitoring menjadi bagian penting dalam proses penanganan.
Bangunan yang menjadi objek kunjungan merupakan gedung hunian 24 lantai dengan satu lantai basement. Bangunan tersebut memiliki ketinggian sekitar 74,435 meter dengan luas sekitar 8.158,55 meter persegi.
Berdasarkan data pemantauan yang diterbitkan Guangxi Hengcheng Engineering Quality Inspection Co Ltd, hasil monitoring per 28 Mei 2025 menunjukkan kemiringan keseluruhan maksimal bangunan ke arah selatan tercatat 5,52.
Angka tersebut, berdasarkan data dan acuan teknis yang disampaikan dalam laporan melampaui batas maksimal 2,5 persen yang diperbolehkan menurut standar teknis yang berlaku di China.
Kondisi tersebut membuat penanganan bangunan membutuhkan pendekatan rekayasa yang tidak hanya berfokus pada struktur atas. Kondisi fondasi, pola penurunan, arah pergeseran, serta perubahan posisi bangunan juga perlu diperhitungkan dalam menentukan metode koreksi.
Teknologi koreksi kemiringan bangunan pada dasarnya merupakan rangkaian proses rekayasa yang menggabungkan pengukuran, investigasi, analisis, perkuatan, koreksi posisi, dan monitoring untuk mengendalikan perubahan struktur secara terukur.
Editor: Dani M Dahwilani