Pesawat Luar Angkasa NASA Bakal Mendarat di Asteroid Bennu Besok

Dini Listiyani ยท Senin, 19 Oktober 2020 - 14:19:00 WIB
Pesawat Luar Angkasa NASA Bakal Mendarat di Asteroid Bennu Besok
Konsep pesawat luar angkasa Osiris-Rex NASA (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Pesawat luar angkasa Osiris-Rex NASA akan mendarat sebentar di asteroid besar besok. Pesawat NASA tersebut akan mengambil beberapa batu dan debu dari permukaannya untuk dikembalikan ke Bumi lalu dipelajari.

Event pesawat luar angkasa mendarat di asteroid adalah yang pertama bagi NASA. Pengambilan sampel asteroid potensi membawa keuntungan untuk sains, eksplorasi luar angkasa, dan pemahaman mengenai tata surya.

Lockheed Martin Space akan stream misi berani secara langsung pada Selasa. Pengumpulan sampel touch and go (TAG) asteroid Bennu dijadwalkan terjadi pada Selasa, 20 Oktober sekitar pukul 15.12 PT.

NASA menyiarkan manuver TAG langsung di NASA TV dan website agensi mulai pukul 14.00 PT. Osirix-Rex sebagai konsep telah ada setidaknya sejak 2004, saat tim astronot pertama kali mengajukan ide tersebut ke NASA.

Setelah lebih dari satu dekade pengembangan, pesawat luar angkasa diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida pada 8 September 2016 di atas roket Atlas V dari United Launch Alliance, perusahaan patungan Lockheed Martin dan Boeing.

Pesawat ruang angkasa itu menghabiskan 26 bulan berikutnya berlayar ke Bennu. Lalu, secara resmi tiba pada 3 Desember 2018. Sejak itu, tim misi telah menghabiskan hampir dua tahun mengorbit batu luar angkasa berbentuk berlian, mengamati, dan memetakan permukaan untuk memilih tempat pengambilan sampel terbaik.

Dalam beberapa bulan terakhir, latihan telah dimulai sebelum upaya pengumpulan sampel. Kini tim mengatakan siap untuk memainkan TAG dengan asteroid Bennu, sebagaimana dikutip dari Cnet, Senin (19/10/2020).

Pengambilan sampel di Bennu bukan tanpa alasan. Bennu disebut asteroid tumpukan puing yang berarti batu luar angkasa terbentuk di masa lalu kosmik yang dalam saat gravitasi perlahan-lahan menyatukan sisa-sia tabrakan kuno.

Hasilnya adalah tubuh terbentuk seperti gasing yang berputar dengan diameter sekitar sepertiga mil (500 meter) dan permukaan yang dipenuhi bebatauan dan batu besar. Bennu dianggap sebagai jendela ke masa lalu tata surya.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2