Tak Bisa Sembarangan! Ini Syarat Ginjal Babi Bisa Ditanam ke Tubuh Manusia
Pasien gagal ginjal harus menjalani dialisis secara rutin ketika fungsi ginjalnya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Masalahnya, waktu tunggu untuk mendapatkan donor manusia bisa sangat panjang.
Dalam kasus Andrews, dia sebelumnya diperkirakan harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan ginjal manusia. Ginjal babi kemudian memberinya waktu tambahan sebelum akhirnya menerima ginjal manusia pada Januari 2026.
Kasus tersebut menunjukkan bagaimana xenotransplantasi berpotensi menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pasien terhadap dialisis selama menunggu organ donor yang sesuai.
Meski demikian, teknologi ini masih menghadapi banyak tantangan. Para ilmuwan masih harus memahami bagaimana mencegah penolakan organ dalam jangka panjang, memastikan keamanan dari risiko infeksi, serta menentukan perubahan genetik paling efektif agar organ babi dapat berfungsi lebih lama di dalam tubuh manusia.
Jadi, syarat ginjal babi untuk bisa ditanam ke tubuh manusia bukan sekadar soal ukuran atau kecocokan organ. Ginjal tersebut harus berasal dari hewan yang dikembangkan dengan pengawasan ketat dan melalui rekayasa genetik untuk mengurangi hambatan biologis antara babi dan manusia.
Xenotransplantasi pun masih berada dalam tahap pengembangan. Namun, kemampuan ginjal babi hasil rekayasa genetik untuk berfungsi selama 271 hari menunjukkan bahwa batas antara donor manusia dan hewan mulai bergeser berkat kemajuan bioteknologi.
Editor: Muhammad Sukardi