Singapore Media Festival 2019 Umumkan Anggota IAC yang Menentukan Tren Media di Asia Tenggara

Tuty Ocktaviany ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 10:08 WIB
Singapore Media Festival 2019 Umumkan Anggota IAC yang Menentukan Tren Media di Asia Tenggara

Anggota IAC Singapore Media Festival. (Foto: iNews.id/Tuty Octaviani)

SINGAPURA, iNews.id – Ajang Singapore Media Festival (SMF) kembali digelar. Berbeda dari tahun sebelumnya, SMF 2019 melibatkan banyak peserta, di mana industri bertemu untuk menemukan tren, bakat, dan konten terbaru di Asia untuk film, televisi, dan media digital.

Diselenggarakan oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA), SMF 2019 sudah berlangsung sejak 21 November hingga 8 Desember mendatang. Di penyelenggaraan tahun keenam ini, ada sederet acara menarik yang dihadirkan seperti Singapore International Film Festival (SGIFF), Asia TV Forum & Market (ATF) dan ScreenSingapore (SS), serta Asia Academy Creative Awards (AAA). Kemudian tambahan di tahun ini, ada Singapore Comic Con (SGCC) dan VidCon Asia Summit yang berlangsung selama dua hari dan diselenggarakan bersamaan dengan SMF.

Selama SMF 2019 berlangsung, ditargetkan lebih dari 50.000 thought-leader, profesional kreatif, dan publik dari Asia dan seluruh dunia diharapkan menjadi bagian dari festival tahun ini.

Sementara itu SMF pada 2 Desember 2019, juga diumumkan peluncuran Media International Advisory Council (IAC) yang diketuai oleh S Iswaran, Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura.

“IAC mengumpulkan para pemimpin industri internasional terkemuka dari sektor media untuk bertukar pandangan dan mengembangkan wawasan tentang lanskap media yang berkembang pesat. Selain itu, juga mendiskusikan bagaimana para pembuat kebijakan dan pelaku industri dapat bekerja bersama untuk meningkatkan semangat industri di Asia Tenggara,” tutur Howie Lau, Chief Industry Development Officer IMDA dalam konferensi pers di Marina Bay Sands, Singapura, Senin 2 Desember 2019.

Menurutnya, anggota IAC akan bertukar pandangan dan mengembangkan wawasan tentang bagaimana perusahaan di kawasan Asia Tenggara dapat menanggapi lanskap media yang berkembang pesat. Seperti diketahui, sektor media di Asia berkembang pesat, dengan investasi konten diperkirakan mencapai 4,4 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2024.

“Anggota IAC ini untuk memberikan wawasan kritis tentang peluang potensi bagi Singapura dan kawasan untuk memainkan peran yang relevan dan lebih signifikan dalam industri media global yang terus berubah,” katanya.

Di tempat yang sama, Deputy Director Human Capital Development IMDA Suryati Abdul Latif menambahkan, anggota dewan ini menawarkan keahlian mereka untuk membantu perusahaan membentuk model kemitraan baru, pembuatan konten dan pembiayaan untuk meraih peluang yang meningkat di Asia.

“IAC juga membahas tren-tren utama yang mempengaruhi sektor media di wilayah Singapura dan negara lain. Tren ini ketika diaplikasikan, tentu saja menyesuaikan karakteristik masing-masing negara,” katanya kepada iNews.id ditemui usai acara.

Berikut anggota IAC yang ditunjuk oleh IMDA untuk masa tugas selama dua tahun:

1. Bill Holmes, Chief Business Development Officer Netflix
2. Chase Carey, CEO and Executive Chairman Formula One Group
3. Chatri Sityodtong, Founder, Chairman, and CEO ONE Championship
4. Dr Gong Yu, Founder and CEO iQIYI
5. Janice Lee, Managing Director PCCW Media Group
6. Joe Ravitch, Co-Founder and Partner Raine Group LLC
7. Alvin W. Sariaatmadja, President Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
8. Li Ruigang, Chairman and CEO CMC Capital Group
9. Robert Gilby, Founder and CEO Blue Hat Ventures
10. Uday Shankar, President The Walt Disney Co. (APAC)
11. Vivek Couto, Executive Director Media Partners Asia


Editor : Rahmat Fiansyah