Kesulitan Jual Emas akibat Sanksi, Rusia Bidik Ekspor ke China dan Timur Tengah

Aditya Pratama
Industri emas besar Rusia saat ini sedang mencari cara baru untuk menjual logamnya, seperti lebih banyak ekspor ke China dan Timur Tengah. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Sementara bank sentral meningkatkan kepemilikan emasnya secara signifikan hingga 2019, transaksi cenderung lebih tenang ke depannya.

Bank sentral membatasi harga yang bersedia dibeli pada 5.000 rubel per gram, kira-kira 1.880 dolar AS per ons dengan nilai tukar saat ini dan di bawah harga internasional. Pembelian yang direncanakan dirancang untuk mendukung penjualan penambang emas karena kesulitan ekspor dan pasar domestik tidak akan mampu menyerap volume tersebut.

Sementara itu, lebih banyak peluang juga bisa datang dari pasar ritel domestik. Pemerintah membatalkan pajak pertambahan nilai atas pembelian, menyusul dampak dari perang di Ukraina.

"Kami melihat peningkatan yang signifikan dalam permintaan emas di ritel. Bank siap membayarnya menggunakan harga patokan internasional, bukan 5.000 rubel," ucap Juru Bicara Polymetal.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
12 jam lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

14 jam lalu

2 Panda Raksasa Tiba di Atlanta usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

16 jam lalu

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp16.000, Buyback Jadi Segini

2 hari lalu

Antam Beli Emas Freeport hingga 9 Ton Sepanjang Januari-Agustus 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal