Dalam perjalanan pulang ke Tomang, Jakarta Barat, sang istri, Rika Christina, melontarkan ide untuk membangun usaha yang menyerap tenaga kerja dari panti asuhan. Thio setuju dengan ide tersebut, namun sempat kebingungan dengan bidang usaha yang akan dijalani. Jawabannya datang dari hal yang paling dekat dengan dirinya, seni rupa, dan dipadukan dengan kedai kopi atau coffee shop.
"Memang kita senang ngopi, ya sudah karena latar belakang saya seni rupa, akhirnya saya lirik kerajinan tangan. Karena saya memang idenya suka yang kreatif-kreatif gitulah," ucap Thio.
Craftote Gallery & Coffee pun dibangun di rumah milik kakak iparnya yang berlokasi di Jalan Tomang Rawa Kepa Nomor 37, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Konsep yang diusung dibuat berbeda. Craftote tidak hanya menjual produk kerajinan, tetapi juga menghadirkan coffee shop sebagai pintu masuk.
Semula, Thio menyadari karyanya bukan produk biasa. Kerajinan berbahan serat alam ternyata punya pasar yang jauh lebih besar di luar negeri. Namun sebelum menembus pasar ekspor, dia ingin memperkenalkan produk itu lebih dulu ke pasar domestik.
Dia lalu menggandeng perajin di Yogyakarta berbekal informasi dari kakak iparnya yang juga menggeluti usaha serupa. Karya hasil para perajin tersebut berhasil dipasarkan ke luar negeri, salah satunya Amerika Serikat (AS). Thio pun melihat peluang.