JAKARTA, iNews.id - Bagi Thio Siujinata, bisnis bukan semata mencari keuntungan. Pria berusia 55 tahun itu ingin menciptakan ruang yang memungkinkan orang bisa terhubung dengan seni, alam, dan komunitas.
Berbekal jiwa seni yang tumbuh sejak menimba ilmu di Jurusan Desain Grafis Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Thio mencoba peruntungan baru. Dia memberanikan diri meninggalkan kariernya sebagai agen asuransi yang menopang stabilitas kehidupan dan keluarganya selama dua dekade terakhir.
"Saya percaya bahwa setiap impian memiliki potensi untuk menjadi kenyataan jika kita berani mengambil langkah pertama dan tetap teguh," ujar Thio saat ditemui iNews.id pada Rabu (22/4/2026).
Perjuangan Thio bermula pada 2021. Pandemi Covid-19 yang berkembang pesat saat itu menjadi momentum baginya melakukan refleksi mendalam. Dia merenungkan kembali perjalanan hidupnya. Hingga suatu hari, Thio tertarik dengan tanaman eceng gondok (Pontederia crassipes) yang tumbuh subur di sekitar lingkungan rumahnya.
Thio memandang eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman pengganggu memiliki potensi tersendiri. Dia melihat potensi tersembunyi dari serat eceng gondok yang dikenal kuat. Riset kecil-kecilan pun dilakukan.