"Nah akhirnya kita bikin Craftote. Nah Craftote-nya baru dikaitkan dengan yang tadi, karena ternyata kita pelajari bahwa ini ekspor gitu lho. Jadi kita harus kombinasi dengan sesuatu yang daya tarik, yaitu coffee shop. Makanya kita namain Craftote Gallery & Coffee," kata Thio.
Perjalanan Craftote memasuki babak baru ketika Thio berkenalan dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Awalnya, keterlibatan itu tidak direncanakan. Namun setelah Craftote terdaftar sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta JakPreneur, Tim BRI datang melihat langsung usaha tersebut.
"Cuma yang lirik kita sungguh-sungguh itu BRI. BRI datang ke sini," ucap dia.
Dalam kunjungan itu, Tim BRI memberikan tantangan kepada Thio. Produk kopi Thio diikutkan dalam kompetisi yang hadiah utamanya adalah fasilitas coffee shop gratis di Rumah BUMN BRI. Thio awalnya skeptis dengan tantangan tersebut. Namun, keraguan itu perlahan memudar ketika melihat keseriusan pendampingan yang diberikan oleh Tim BRI.
Setelah produk yang dikompetisikan menang, Thio mendapat fasilitas yang dijanjikan. Dia mendapat tempat usaha di Rumah BUMN BRI, lengkap dengan fasilitas pendukung mulai dari meja, kursi, pendingin ruangan, hingga listrik dan air selama dua tahun. Thio diwajibkan membawa hasil kerajinan tangannya ke kedai tersebut, yang lalu disanggupi olehnya.
Setelahnya, Thio mengikuti berbagai pelatihan, pameran, business matching, hingga kelas keuangan yang diselenggarakan Rumah BUMN BRI. Dia melihat peluang mengembangkan jejaring dengan mengikuti berbagai kelas yang disediakan bank pelat merah tersebut. Thio pun memberanikan diri membuka dua kedai lagi di Pos Bloc dan RS Pelni, Jakarta Pusat.