OJK Gandeng OECD Luncurkan Kajian Pemanfaatan Teknologi di Sektor Asuransi

Dinar Fitra Maghiszha
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono (ist)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) meluncurkan kajian pemanfaatan teknologi di sektor asuransi. Ini merupakan langkah untuk meningkatkan penilaian risiko dan pengurangan risiko pemegang polis.

Melalui kajian yang berjudul The Leveraging Technology for Risk Assessment and Risk Reduction in Insurance, agenda ini diikuti oleh 85 orang peserta dari 27 negara, yang bertempat di Bali, Kamis (14/12). Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan potensi pemanfaatan teknologi untuk sektor asuransi sangat besar.

Adaptasi terhadap teknologi dapat memperluas jangkauan dan layanan asuransi, serta mencegah mis-selling dalam proses pemasaran produk asuransi, seperti penggunaan analisis big data dan kecerdasan buatan untuk memastikan kesesuaian produk yang ditawarkan dengan profil, preferensi, dan kebutuhan pemegang polis.

“Pemanfaatan teknologi juga tidak hanya di sisi pemasaran, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan purna jual, khususnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam proses penyelesaian klaim, pembayaran manfaat asuransi, dan memungkinkan penanganan keluhan secara lebih cepat,” kata Ogi di Bali, Kamis (14/12/2023).

Hingga 2030, nilai perkiraan ekonomi digital Indonesia mencapai lebih dari 200 hingga 300 miliar dolar AS. Posisi Indonesia memiliki 215 juta pengguna internet atau mewakili 77 persen dari total populasi.

Ogi memandang perusahaan asuransi dalam negeri perlu bergegas merespons digitalisasi, dengan menentukan langkah-langkah strategis untuk dapat bertransformasi dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi. Menurutnya, ini penting untuk mendukung implementasi proses bisnis serta meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

Chair OECD Insurance and Private Pensions Committee (IPPC) Yoshihiro Kawai, menyampaikan perkembangan teknologi dapat berkontribusi dalam mendorong pengurangan risiko pemegang polis.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Bisnis
2 hari lalu

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun per Maret 2026

Sains
3 hari lalu

Bangun Teknologi Daur Ulang, Keselamatan Perkerja dan Lingkungan Jadi Perhatian

Nasional
5 hari lalu

OJK Pastikan Status RI di MSCI Tetap Emerging Market, Tak Turun Kelas

Internet
5 hari lalu

Alkes Pintar Berbasis Internet Banyak Dipakai di RS, Terbukti Efektif? 

Sains
6 hari lalu

Indonesia dan China Kerja Sama Kembangkan Teknologi Sumber Energi Hijau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal