Sederet Dampak Larangan Ekspor Batu Bara, RI Terancam Kehilangan Devisa 3 Miliar Dolar AS

Anggie Ariesta
APBI beberkan dampak larangan ekspor batu bara, salah satunya kehilangan devisa 3 miliar dolar AS. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Pandu Sjahrir mengatakan, larangan eksporbatu bara akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pertambangan batu bara. Selain itu, juga akan mengganggu aktivitas ekspor batu bara.

“Volume produksi batu bara nasional juga akan terganggu sebesar 38 juta hingga 40 juta metrik ton per bulan,” kata Pandu dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/1/2022).

Selain itu, pemerintah juga akan kehilangan devisa hasil ekspor batu bara sekitar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per bulan. Menurutnya, pemerintah akan kehilangan pendapatan pajak dan non pajak (royalti) yang juga akan berdampak pada kehilangan penerimaan pemerintah daerah karena larangan ekspor tersebut.

Dampak berikutnya, arus kas produsen batu bara akan terganggu karena tidak bisa mengekspor. Kapal-kapal tujuan ekspor yang hampir semuanya dioperasikan atau dimiliki oleh perusahaan negara-negara tujuan ekspor tidak akan dapat berlayar, sehingga perusahaan akan terkena biaya tambahan oleh perusahaan pelayaran terhadap penambahan waktu pemakaian (demurrage) yang cukup besar  sekitar 20.000 hingga 40.000 dolar AS per hari per kapal.

Hal itu akan membebani perusahaan-perusahaan pengekspor yang juga berdampak terhadap penerimaan negara.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
15 jam lalu

Menperin Ungkap Penyebab PHK 178 Buruh di Cimahi, Ternyata Ini Biang Keroknya

2 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong 

3 hari lalu

BPS Sebut Implementasi B50 Bisa Pengaruhi Ekspor CPO di Semester II 2026

18 hari lalu

Kerugian Negara akibat Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Tembus Rp38,8 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal