Harga Saham Emiten Batu Bara Melambung, Ini Pemicunya

Cahya Puteri Abdi Rabbi
China mengumumkan menurunkan produksi batu bara. Foto: Reuters

Pemerintah India belum lama ini menyatakan akan meningkatkan pasokan untuk stok cadangan batu bara nasional. Guna mengurangi potensi kekurangan pasokan, pemerintah India mengimbau perusahaan batu bara untuk mengimpor lebih cepat.

Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dalam risetnya menyampaikan bahwa dalam jangka menengah, potensi peningkatan produksi batu bara Tiongkok akan menekan permintaan impor. Penurunan impor batu bara juga akan dipengaruhi oleh panasnya tensi geopolitik dan berlanjutnya fenomena La Nina.

Jonathan menyebut, setiap penurunan harga batu bara Newscastle sebesar 5 persen akan mengakibatkan penurunan rata-rata pendapatan emiten batu bara sebesar 4,2 persen, dan rata-rata laba bersih sebesar 8,5 persen pada 2023, serta sebesar 9 persen pada 2024 mendatang. Hal ini mendorong Samuel Sekuritas memberikan peringkat netral untuk saham emiten batu bara.

Adapun, predikat top big sektor ini masih dipegang oleh ADRO yang direkomendasikan beli dengan target Rp4.100 per saham. “Ini didukung diversifikasi bisnis perseroan, yang dapat memberikan fleksibilitas pembiayaan dalam jangka panjang,” kata Jonathan. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Ingat CEO yang Viral karena Pecat 900 Karyawan Lewat Zoom? Kini Giliran Dia yang Dipecat

5 hari lalu

Pesawat Komersial Pertama Buatan China C919 Terbang Internasional Perdana

5 hari lalu

Bak Film Armageddon, Ilmuwan China Ingin Ledakkan Asteroid Gunakan Bom Nuklir

6 hari lalu

Pesawat Air India Bawa 145 Orang Terjun 90 Meter dalam Sekejap, Pilot Ternyata Positif Ganja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal