OJK Sudah Prediksi IHSG Anjlok ke 5.000 saat Reformasi Pasar Modal, Begini Antisipasinya

Iqbal Dwi Purnama
OJK mengaku sudah memprediksi IHSG bisa turun ke level 5.000 sejak Februari akibat reformasi pasar modal dan tekanan eksternal. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Dia menyebut, perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody's dan Fitch menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar. Selain itu, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut meningkatkan tensi geopolitik global.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada distribusi barang, harga komoditas dan energi, hingga inflasi. Tekanan terhadap pasar juga berlanjut melalui kenaikan harga energi dan komoditas serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Sayangnya, tidak dalam waktu lama, ada urusan Moody's, Fitch yang kemudian outlook terhadap ekonomi kita dibuat satu notch lebih rendah. Kemudian Mr. Trump dengan segala kebijakannya menghadirkan peningkatan tensi geopolitik," tuturnya.

Meski IHSG mengalami tekanan, Hasan menegaskan OJK tidak akan mengendurkan agenda reformasi struktural pasar modal. Menurutnya, koreksi indeks tersebut merupakan salah satu konsekuensi yang sejak awal telah diperhitungkan.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal justru akan menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk membangun fondasi pasar yang lebih kuat.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
11 hari lalu

92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Emitennya

18 hari lalu

Aturan Baru OJK: Beli Saham BEI Tak Boleh dari Utang hingga Dana Pencucian Uang

24 hari lalu

Danantara Buka Suara soal Rencana Kuasai 40% Saham BEI

1 bulan lalu

BEI Ungkap Sejumlah Calon Emiten Tunda Gelar IPO, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal