OJK Sudah Prediksi IHSG Anjlok ke 5.000 saat Reformasi Pasar Modal, Begini Antisipasinya

Iqbal Dwi Purnama
OJK mengaku sudah memprediksi IHSG bisa turun ke level 5.000 sejak Februari akibat reformasi pasar modal dan tekanan eksternal. (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Kami tentu berkomitmen khusus untuk isu terkait pasar modal, rasanya boleh dipegang, kami tidak akan surut untuk terus mendorong tingkat maturity dan integritas pasar kita semakin baik ke depannya," ujar Hasan.

Dia menekankan, reformasi struktural bukan kebijakan yang dilakukan sekali dan selesai. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan konsistensi, keberanian mengambil keputusan, serta kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem pasar modal.

"Structural reform is not one-time exercise. Ini butuh konsistensi, keberanian mengambil keputusan dan kolaborasi dari kita semua, seluruh pihak," katanya.

Selain itu, Hasan juga menilai koreksi IHSG perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Menurutnya, rekor IHSG pada akhir 2025 hingga puncaknya pada pertengahan Januari 2026 belum tentu mencerminkan kondisi fundamental dan struktural pasar modal yang ideal.

Dia mengatakan, di balik rekor tertinggi IHSG tersebut masih terdapat persoalan struktural yang seharusnya dapat diantisipasi lebih cepat.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
11 hari lalu

92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Emitennya

18 hari lalu

Aturan Baru OJK: Beli Saham BEI Tak Boleh dari Utang hingga Dana Pencucian Uang

24 hari lalu

Danantara Buka Suara soal Rencana Kuasai 40% Saham BEI

1 bulan lalu

BEI Ungkap Sejumlah Calon Emiten Tunda Gelar IPO, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal