28 Orang Meninggal Dunia akibat Demam Berdarah di 2025, Kemenkes Rekomendasikan Vaksin DBD

Muhammad Sukardi
Kementerian Kesehatan merekomendasikan masyarakat untuk vaksinasi DBD. (Foto: Istimewa)

"Kita perlu disiplin menerapkan 3M plus, lalu meningkatkan kesadaran, serta mempertimbangkan pendekatan yang inovatif untuk pencegahan. Dengan aksi kolektif yang kuat, harapan nol kematian akibat dengue pada 2030 bisa tercapai," ujar Andreas.

Demam Berdarah Tidak Hanya Berbahaya bagi Anak-Anak  

Sebagai informasi, penyakit demam berdarah paling banyak menyerang kelompok usia 15 hingga 44 tahun, dan 13 persennya terjadi di kelompok usia di atas 44 tahun. 

"Dengue atau demam berdarah itu bisa berdampak fatal tidak hanya pada anak-anak, tapi juga orang dewasa," papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Suzy Maria, SpPD.

Dia melanjutkan, "Banyak yang mengira demam berdarah hanya berbahaya pada anak-anak, padahal orang dewasa juga berisiko mengalami infeksi parah, terutama pada mereka yang memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, gangguan imun, penyakit jantung, dan penyakit ginjal." 

Pada kelompok tersebut, kata dr Suzy, DBD dapat berkembang lebih cepat menjadi dengue berat yang berisiko menyebabkan kegagalan organ. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

4 Tips Menjaga Kesehatan Metabolik, Mulai dari Pola Makan hingga Kualitas Tidur

3 hari lalu

BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga Awal 2027, Ungkap Dampaknya ke Cuaca RI

3 hari lalu

Kemenkes Ungkap 283.270 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, Kalsel Tertinggi

3 hari lalu

Apakah Kanker Paru Adenokarsinoma yang Diidap Paus Leo XIV Mematikan? Ini Penjelasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal