Bahaya Tidur Balas Dendam saat Puasa Ramadan, Awas! Jangan Lebih 9 Jam

Mei Sada Sirait
Perubahan pola tidur saat Ramadan memang wajar karena adanya aktivitas sahur dan ibadah malam. (Foto: Ilustrasi/AI)

Sebagai contoh, jika seseorang tidur selama 4 jam pada malam hari, kemudian bangun untuk sahur dan salat Subuh, lalu kembali tidur di pagi hari, maka tambahan waktu tidur sebaiknya tidak lebih dari 5 jam.

Total waktu tidur dalam sehari tetap berada di batas yang disarankan, yakni maksimal 9 jam. Cara ini dinilai membantu menjaga keseimbangan waktu istirahat tanpa memicu dampak kesehatan yang tidak diinginkan.

Dia juga menjelaskan pola tidur terpisah atau split sleep masih tergolong wajar selama Ramadan. Hal tersebut terjadi karena jadwal tidur bergeser akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.

“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengontrol total durasi tidur agar tidak berlebihan. Menurut dia, menjaga pola tidur yang seimbang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 jam lalu

Sering Tidur Lewat Tengah Malam? Dokter Ungkap Risiko Kematian Naik 53 Persen

10 hari lalu

Tidur Kurang 6 Jam Ganggu Jaga Berat Badan, Ini Faktanya

15 hari lalu

Bangun Tidur Malah Pusing dan Linglung? Bisa Jadi karena Kebiasaan Ini

15 hari lalu

Sering Matikan Alarm Lalu Tidur Lagi? Dokter Ungkap Dampaknya bagi Tubuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal