Bahaya Tidur Balas Dendam saat Puasa Ramadan, Awas! Jangan Lebih 9 Jam

Mei Sada Sirait
Perubahan pola tidur saat Ramadan memang wajar karena adanya aktivitas sahur dan ibadah malam. (Foto: Ilustrasi/AI)

Sebagai contoh, jika seseorang tidur selama 4 jam pada malam hari, kemudian bangun untuk sahur dan salat Subuh, lalu kembali tidur di pagi hari, maka tambahan waktu tidur sebaiknya tidak lebih dari 5 jam.

Total waktu tidur dalam sehari tetap berada di batas yang disarankan, yakni maksimal 9 jam. Cara ini dinilai membantu menjaga keseimbangan waktu istirahat tanpa memicu dampak kesehatan yang tidak diinginkan.

Dia juga menjelaskan pola tidur terpisah atau split sleep masih tergolong wajar selama Ramadan. Hal tersebut terjadi karena jadwal tidur bergeser akibat aktivitas sahur dan ibadah malam.

“Pada kondisi Ramadan, split sleep seperti ini tidak masalah karena jadwal tidur memang bergeser,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengontrol total durasi tidur agar tidak berlebihan. Menurut dia, menjaga pola tidur yang seimbang penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
7 hari lalu

Tidur Tak Pernah Nyenyak? Hindari Kebiasaan Ini Sebelum Istirahat

13 hari lalu

Bahaya Tidur dengan Rambut Basah? Dokter Peringatkan Bahaya Jamur di Kulit Kepala hingga Folikulitis

15 hari lalu

7 Tips Sederhana agar Tidur Nyenyak, Nomor 4 Sering Diabaikan

18 hari lalu

Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal