Selain waktu bangun, penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara tidur setelah tengah malam dengan peningkatan risiko kematian dari berbagai penyebab.
"Ada penelitian yang menganalisis kebiasaan tidur di Amerika Serikat. Nah ternyata hasilnya menarik, yaitu kebiasaan tidur setelah tengah malam (Jam 00:00) meningkatkan risiko kematian hingga 53 persen lebih tinggi," katanya.
Bukan Sekadar Soal Berapa Lama Tidur
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan tidur tidak hanya berkaitan dengan berapa lama seseorang tidur. Waktu tidur dan bangun serta konsistensi jadwal juga menjadi bagian dari pola tidur yang perlu diperhatikan.
Seseorang yang tidur larut malam kemudian bangun kesiangan mungkin tetap mendapatkan durasi tidur yang cukup. Namun, jika pola tersebut berlangsung terus-menerus dan tidak selaras dengan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut tetap perlu dievaluasi.
Meski demikian, dr Adam menegaskan penelitian yang dibahas bersifat asosiasi. Artinya, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola waktu tidur dengan risiko kematian, tetapi tidak membuktikan bahwa tidur larut atau bangun kesiangan secara langsung menyebabkan kematian.
“Yang perlu diingat adalah penelitian ini sifatnya asosiasi, bukan penyebab langsung kematian. Namun hasilnya tetap perlu dicermati dan jadi pengingat untuk menjaga pola tidur lebih baik," katanya.
Sebab itu, menjaga jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Selain memperhatikan durasi tidur, masyarakat juga perlu memperhatikan keteraturan pola tidur agar jam biologis tubuh tetap selaras dengan aktivitas sehari-hari.