"Kalau semakin malam itu metabolisme tubuh tuh trend-nya menuju istirahat. Jadi istilahnya metabolismenya melambat," ujarnya.
Meski demikian, bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh makan setelah malam. Terutama bagi orang yang memiliki pekerjaan hingga larut, makan malam tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan pilihan makanan.
"Kalau malam itu usahakan pilih makanan yang sehat, ya, misalnya ubi rebus, jagung rebus," tutur dr Nareswara.
Dokter Nareswara menegaskan, persoalan makan malam sebaiknya tidak dilihat secara sederhana sebagai penyebab langsung fatty liver.
"Jadi, makan larut malam, kalau untung-untung ada pekerjaan, ya, nggak apa-apa," katanya.