Benarkah Makan Tengah Malam Bisa Memicu Fatty Liver? Ini Kata Dokter

Muhammad Sukardi
Ilustrasi makan tengah malam. (Foto: Ilustrasi AI)

Yang menjadi persoalan adalah ketika makan larut malam dilakukan dengan pilihan makanan yang tinggi kalori, tinggi gula, tinggi lemak, atau ultra-processed food secara berulang.

Sebagai contoh, ketika seseorang bekerja hingga malam dan kemudian memilih makanan cepat saji atau makanan tinggi kalori sebagai menu rutin. Kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan kalori dan peningkatan berat badan.

"Jadi jangan yang ultra processed food atau fast food gitu," ujar dr Nareswara.

Fatty liver sendiri berkaitan erat dengan gangguan metabolisme. Kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, kadar trigliserida tinggi, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat merupakan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Artinya, makan larut malam bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang mengalami fatty liver. Pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, berat badan, dan kondisi metabolik turut berperan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Waspada! Gen Z Kini Dihantui Fatty Liver, Dokter Ungkap Pemicunya

7 hari lalu

BPJS: Pembiayaan Penyakit Ginjal Capai Rp7 Triliun hingga Juni 2026

7 hari lalu

Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

21 hari lalu

Indra Bekti Stop Gorengan dan Daging Merah usai Kena Fatty Liver, Kini Lebih Selektif Makan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal