Paparan asap rokok secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kanker paru. Karena itu, orang yang sehari-hari berada di lingkungan dengan paparan asap rokok perlu menyadari potensi risiko tersebut.
3. Memiliki Riwayat Kanker dalam Keluarga
Riwayat kanker dalam keluarga juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Seseorang dengan riwayat kanker dalam keluarga dapat memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kanker dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat tersebut.
“Kalau dia ada riwayat cancer itu secara genetik dua kali lipat lebih besar kemungkinan terjadinya cancer dibanding orang tanpa riwayat keluarga,” katanya.
Riwayat keluarga yang perlu diperhatikan tidak hanya terbatas pada ayah atau ibu. Kerabat lain, termasuk sepupu, juga dapat menjadi informasi ketika seseorang menilai faktor risikonya.
4. Pernah Mengalami Penyakit Paru
Orang yang memiliki riwayat penyakit paru sebelumnya juga perlu lebih waspada. Misalnya, mereka yang pernah mengalami tuberkulosis (TB) atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).