Menurut dia, layanan darah dan plasma yang memadai juga diperlukan agar kebutuhan pasien yang membutuhkan PODP dapat didukung secara berkelanjutan.
Salah satu kelompok pasien yang membutuhkan produk berbasis plasma adalah penyandang hemofilia. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan proses pembekuan darah sehingga pasien dapat mengalami perdarahan yang membutuhkan penanganan tepat dan berkelanjutan.
Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, mengatakan PODP memiliki peran penting dalam pengobatan pasien dengan kelainan darah.
"Produk Obat Derivat Plasma (PODP) berperan penting dalam pengobatan, seperti pada pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu lainnya. Bagi pasien tersebut, pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan menjadi hal yang penting," ujar Tubagus.
Pengalaman tersebut juga dirasakan Yusnidar Patah, Plt. Bidang Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), sekaligus penyandang Hemofilia B berat.