"Imunoglobulin dibuat dari plasma, sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada donor plasma. Tantangan kami bukan hanya soal apakah terapi ini tersedia, tetapi juga apakah terjangkau dan bisa kami akses tanpa terputus," ujarnya.
Berbeda dengan sejumlah obat yang dapat diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia. Artinya, ketersediaan bahan baku tersebut sangat bergantung pada kontribusi donor dan sistem pengambilan plasma yang aman serta andal.
Kepala Komunikasi dan Informasi Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB), Mila Rahmania, mengatakan pemahaman masyarakat mengenai manfaat donor menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong partisipasi.
"Banyak orang terdorong untuk berkontribusi ketika memahami untuk apa kontribusi mereka dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain," kata Mila.
Menurut dia, komunitas donor dapat membantu menyampaikan informasi yang akurat, meluruskan kesalahpahaman, serta memberikan pemahaman mengenai kontribusi donor plasma terhadap kebutuhan pasien.