Yusnidar menyoroti pentingnya penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan bagi penyandang hemofilia, termasuk tantangan dalam memperoleh perawatan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain hemofilia, produk berbasis plasma juga dibutuhkan pasien dengan imunodefisiensi primer.
Ketua Yayasan Pasien Imunodefisiensi Primer Indonesia (YPIPI), Dimas Adhi Sugiharto, mengatakan imunoglobulin yang dibutuhkan pasien imunodefisiensi primer dibuat dari plasma.
"Bagi pasien Imunodefisiensi Primer, imunoglobulin bukan sekadar terapi pendukung — ini adalah terapi yang kami butuhkan secara rutin agar bisa tetap hidup sehat. Tanpa terapi ini, pasien sangat rentan terhadap infeksi berat yang berulang, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis bahkan mengancam jiwa," kata Dimas.
Menurut Dimas, kondisi tersebut membuat keberlanjutan pasokan plasma menjadi penting karena imunoglobulin sangat bergantung pada ketersediaan plasma.