Fakta Mengejutkan! Pasien DBD Butuh Waktu Pulih hingga 2 Pekan, Biaya Terus Bertambah

Niko Prayoga
Setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, pasien DBD umumnya masih membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk memulihkan kondisi tubuh. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id – Demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya mengancam keselamatan pasien saat menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, pasien umumnya masih membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk memulihkan kondisi tubuh sehingga beban ekonomi keluarga pun terus bertambah. 

Temuan tersebut diungkap dalam studi Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini menunjukkan dampak dengue tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga produktivitas dan pengeluaran keluarga pasien.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan masa pemulihan pasien dengue tidak berlangsung singkat. Setelah keluar dari rumah sakit, pasien biasanya masih memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu hingga kondisi benar-benar pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat beban ekonomi keluarga semakin besar. Ketika anak terserang DBD, orang tua umumnya harus mendampingi selama perawatan sehingga kehilangan waktu bekerja dan produktivitas. Sebaliknya, apabila orang tua yang sakit, anggota keluarga lain harus mengambil peran sebagai pendamping.

Selain kehilangan penghasilan, keluarga juga masih harus mengeluarkan biaya nonmedis. Peneliti UGM, Dr Diah Ayu Puspandari, M.Kes MBA Apt mengungkapkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan masih mengeluarkan biaya pribadi (out of pocket) rata-rata Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta dalam satu episode sakit akibat dengue. Pengeluaran tersebut terutama digunakan untuk transportasi menuju fasilitas kesehatan dan akomodasi keluarga pendamping.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
14 menit lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

3 jam lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

7 hari lalu

Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

13 hari lalu

Studi UGM: Beban Ekonomi DBD di Indonesia Tembus Hampir Rp9 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal