Temuan tersebut merujuk pada penelitian bertajuk Effects of Experimental Sleep Restriction on Energy Intake, Energy Expenditure, and Visceral Obesity.
Dampaknya bahkan tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan lemak di area perut atau lemak visceral.
Menurut dr. Adam, pembatasan waktu tidur yang berlangsung setidaknya dua minggu dapat meningkatkan lemak perut sekitar 9-11 persen. Lemak visceral perlu diperhatikan karena menumpuk di sekitar organ-organ dalam rongga perut.
Selain berpengaruh terhadap penumpukan lemak, kurang tidur juga dapat mengubah komposisi berat badan yang berkurang selama menjalani program diet.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pembatasan waktu tidur dapat membuat tubuh menggunakan lebih sedikit massa lemak sebagai sumber energi. Sebaliknya, massa otot yang hilang justru bisa lebih banyak.