Namun, kurang tidur bukan satu-satunya faktor pemicu hipertensi pada anak. Dr. Reza juga menyebut konsumsi makanan tinggi natrium, obesitas, stres, serta faktor keturunan sebagai hal yang perlu diperhatikan.
Apabila anak terdiagnosis mengalami tekanan darah tinggi, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya hanya karena pola tidur yang buruk. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut termasuk hipertensi primer atau hipertensi sekunder yang berkaitan dengan gangguan organ tubuh.
Dokter Reza mengimbau orang tua untuk membawa anak berkonsultasi dengan dokter anak agar penyebab hipertensi dapat diketahui dan penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Jadi, kalau anak mengalami hipertensi, harus dikonsultasikan ke dokter anak untuk dicari dulu penyebabnya apakah dia hipertensi primer atau hipertensi sekunder. Sehingga nanti tata laksananya juga lebih terarah dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Dengan demikian, memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup bukan hanya penting untuk mendukung tumbuh kembang, tetapi juga menjadi salah satu langkah menjaga kesehatan tekanan darah sejak dini.