"Kalau kita sering ‘mengulang’ suatu pemikiran, maka otak kita bisa percaya loh, termasuk pemikiran negatif. Meskipun pemikiran kita itu gak bener," jelas dr. Adam, dikutip Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, mekanisme tersebut sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangun persepsi diri yang lebih baik. Salah satunya dengan membiasakan afirmasi positif, seperti meyakini bahwa diri sendiri mampu dan pintar.
Namun, dr. Adam mengingatkan bahwa afirmasi positif tidak boleh dibuat terlalu berlebihan atau tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, ketika seseorang memaksakan keyakinan yang terlalu jauh dari kondisi sebenarnya, hal itu justru bisa memicu stres akibat disonansi kognitif.
"Tapi ingat, afirmasinya tidak bisa yang ‘terlalu jauh’ atau malah tidak masuk akal, karena ujungnya bisa terjadi stress karena disonansi kognitif," pungkas dia.
Disonansi kognitif merupakan kondisi ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan psikologis akibat adanya pertentangan antara keyakinan, pikiran, sikap, atau perilakunya.