Jangan Paksa Selalu Bahagia, Afirmasi Positif yang Tidak Realistis Justru Bisa Picu Stres!

Niko Prayoga
Ilustrasi bahagia akibat afirmasi positif. (Foto: Ilustrasi AI)

"Kalau kita sering ‘mengulang’ suatu pemikiran, maka otak kita bisa percaya loh, termasuk pemikiran negatif. Meskipun pemikiran kita itu gak bener," jelas dr. Adam, dikutip Jumat (30/10/2026).

Menurut dia, mekanisme tersebut sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membangun persepsi diri yang lebih baik. Salah satunya dengan membiasakan afirmasi positif, seperti meyakini bahwa diri sendiri mampu dan pintar.

Namun, dr. Adam mengingatkan bahwa afirmasi positif tidak boleh dibuat terlalu berlebihan atau tidak sesuai dengan kenyataan. Sebab, ketika seseorang memaksakan keyakinan yang terlalu jauh dari kondisi sebenarnya, hal itu justru bisa memicu stres akibat disonansi kognitif.

"Tapi ingat, afirmasinya tidak bisa yang ‘terlalu jauh’ atau malah tidak masuk akal, karena ujungnya bisa terjadi stress karena disonansi kognitif," pungkas dia.

Disonansi kognitif merupakan kondisi ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan psikologis akibat adanya pertentangan antara keyakinan, pikiran, sikap, atau perilakunya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 hari lalu

7 Juta Orang Indonesia Terindikasi Gangguan Mental, Ini Masalah Terbanyak!

20 hari lalu

Warning! Medsos Terbukti Bisa Memicu Gangguan Mental pada Anak Muda

23 hari lalu

5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental

4 hari lalu

Meutya Hafid Sebut Profesi Wartawan Rentan Alami Gangguan Jiwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal