Jangan Paksa Selalu Bahagia, Afirmasi Positif yang Tidak Realistis Justru Bisa Picu Stres!

Niko Prayoga
Ilustrasi bahagia akibat afirmasi positif. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id – Berpikir positif memang bisa membantu seseorang membangun kepercayaan diri. Namun, bukan berarti seseorang harus selalu memaksakan diri untuk bahagia atau menganggap semua hal dalam hidupnya berjalan baik. 

Sebab, afirmasi positif yang terlalu jauh dari kenyataan justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis. Kenapa bisa begitu?

Kebiasaan mengucapkan kalimat positif kepada diri sendiri atau positive self-talk memang bisa menjadi salah satu cara membangun pola pikir yang lebih sehat. Namun, ada batasan yang perlu diperhatikan agar afirmasi tersebut tidak berubah menjadi beban bagi diri sendiri.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa pengulangan pemikiran dapat memengaruhi cara otak memproses dan mempercayai suatu informasi. Fenomena ini dikenal sebagai illusory truth effect atau efek ilusi kebenaran.

Dalam utas di akun Threads miliknya, dr. Adam mengungkapkan bahwa pemikiran yang terus diulang, termasuk dialog batin, bisa terasa semakin familiar bagi otak hingga dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 hari lalu

7 Juta Orang Indonesia Terindikasi Gangguan Mental, Ini Masalah Terbanyak!

19 hari lalu

Warning! Medsos Terbukti Bisa Memicu Gangguan Mental pada Anak Muda

23 hari lalu

5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental

4 hari lalu

Meutya Hafid Sebut Profesi Wartawan Rentan Alami Gangguan Jiwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal