Dia juga menyebut pernapasan diafragma dapat membantu menurunkan respons stres dan menjaga fokus agar lebih stabil.
“Ditambah nafas perut tadi, penelitian nunjukin latihan nafas diafragma bantu nurunin hormon stres dan bikin fokus lebih stabil,” katanya.
Teknik pernapasan tersebut juga dapat disesuaikan dengan situasi. Jika seseorang merasa tidak nyaman membuka mulut ketika berada di tempat ramai atau acara formal, tarikan napas dapat dilakukan melalui hidung dan dikeluarkan secara perlahan melalui mulut.
“Kalau lagi di tempat rame dan nggak nyaman buka mulut, ganti aja: tarik lewat hidung, buang pelan lewat mulut. Yang penting buangnya tetep lebih panjang. Sebelum bereaksi, jarakin diri sebentar dari sumber keselnya. Nafas kerja lebih bagus kalau pemicunya nggak terus nempel,” ungkap dia.
Memberikan jarak sejenak dari situasi yang memicu emosi juga dapat membantu seseorang mengendalikan respons sebelum mengambil tindakan atau memberikan reaksi.