Kenapa Remaja Lebih Nyaman Curhat ke Teman daripada Orang Tua? Ini Penjelasannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak muda dilatih untuk bisa menjadi konselor sebaya. (Foto: Dokumentasi: Humas Kementerian Transmigrasi / Tim Ekspedisi Patriot UNAIR)

Di Distrik Prafi, pendekatan dukungan terhadap remaja mulai dikembangkan melalui organisasi konselor sebaya di tiga sekolah. Masing-masing sekolah telah membentuk organisasi tersebut dengan guru pendamping, sementara siswa yang sudah mengikuti pelatihan mulai membantu mengenalkan materi kepada teman-teman lainnya.

Program ini juga direncanakan berlanjut melalui sosialisasi kepada orang tua agar dukungan terhadap remaja dapat berjalan beriringan di rumah dan sekolah.

Pada akhirnya, membantu remaja menghadapi persoalan bukan hanya soal meminta mereka menjadi lebih kuat. Mereka juga perlu memiliki lingkungan yang membuatnya merasa aman untuk bercerita, belajar mengenali emosi, dan mengetahui kepada siapa harus meminta bantuan ketika masalah terasa terlalu berat untuk dihadapi sendiri.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 hari lalu

5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental

10 hari lalu

Selalu Menahan Tangis agar Terlihat Kuat? Ini Dampaknya bagi Mental

1 bulan lalu

Darurat Kesehatan Mental, Kemenkes Ungkap Usia 11-17 Tahun Rentan Percobaan Bunuh Diri

6 hari lalu

Di Simulasi PBB Ini, Anak Muda Terbuka Bahas Konflik Antarnegara hingga Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal