Selain protein dan lemak, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan mengandung hampir semua vitamin, kecuali vitamin C, serta menyediakan asam lemak omega-3.
Dengan demikian, telur tidak bisa disebut sebagai makanan yang otomatis "aman" untuk semua orang hanya berdasarkan kandungan karbohidratnya. Kebutuhan setiap orang tetap berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lainnya.
Bagi penderita diabetes, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau edukator diabetes tetap disarankan untuk menentukan pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Intinya, makan telur tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat karena kandungan karbohidratnya sangat rendah. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan keseluruhan isi piring, termasuk makanan pendamping dan cara mengolahnya.