Asap karhutla mengandung campuran partikel halus dan gas yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Salah satu komponen yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru.
Berikut sejumlah dampak paparan asap karhutla bagi sistem pernapasan anak.
Paparan asap dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Gejalanya bisa berupa batuk, tenggorokan terasa perih, serta peningkatan produksi lendir.
Pada anak-anak, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat mereka merasa tidak nyaman, terlebih jika paparan asap berlangsung terus-menerus.
Partikel halus dalam asap dapat masuk hingga bagian paru tempat pertukaran oksigen berlangsung. Paparan tersebut dapat memicu respons peradangan dan mengganggu fungsi normal sistem pernapasan.
Risiko gangguan kesehatan dipengaruhi oleh konsentrasi polutan, lamanya paparan, serta kondisi kesehatan masing-masing anak.