Miris! 70.239 Balita Kena ISPA akibat Karhutla, Paru Terancam Rusak

Muhammad Sukardi
Achmad Al Fiqri
Ilustrasi balita terkena ISPA akibat karhutla. (Foto: Ilustrasi AI)

Paparan polusi udara yang pekat, berulang, atau berlangsung dalam jangka panjang menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan gangguan fungsi paru dan masalah pernapasan di kemudian hari.

Meski demikian, risiko tersebut tidak berarti setiap balita yang terpapar asap pasti mengalami kerusakan paru permanen. Dampaknya bergantung pada tingkat paparan dan kondisi kesehatan anak.

Mengapa Balita Lebih Rentan terhadap Asap Karhutla?

Balita memiliki sistem pernapasan yang masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap dampak polusi udara. Jika dibandingkan berdasarkan berat badan, anak-anak juga menghirup lebih banyak udara daripada orang dewasa.

Kondisi tersebut membuat paparan partikel halus menjadi perhatian khusus ketika kebakaran hutan dan lahan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Anak yang memiliki asma, penyakit paru, atau masalah kesehatan tertentu juga berpotensi mengalami gejala lebih berat ketika terpapar polusi udara.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 jam lalu

70.239 Balita Kena ISPA akibat Karhutla, Puan Maharani Desak Pengobatan Gratis

1 hari lalu

Asap Karhutla Ancam Kesehatan Masyarakat, Ini 6 Kelompok Rentan Terkena ISPA

1 hari lalu

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Palangka Raya Tembus 11.276

2 hari lalu

Kasus ISPA di Palangka Raya Naik Jadi 11.276, Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal