“Olahraga setelah makan (dalam 15-30 menit), termasuk squat, bisa membantu meredam lonjakan gula darah,” tulis dr Adam.
Dia menjelaskan, kontraksi otot saat berolahraga tidak hanya membantu menurunkan puncak gula darah, tetapi juga mengurangi kebutuhan insulin dalam proses penyerapan glukosa.
Salah satu gerakan yang bisa dilakukan adalah squat. Gerakan ini melibatkan sejumlah kelompok otot besar, terutama otot bokong dan paha.
Ketika otot-otot besar tersebut bekerja, kebutuhan energi meningkat sehingga penyerapan glukosa oleh otot juga dapat berlangsung lebih cepat. Karena itu, squat bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik sederhana setelah makan.
Meski demikian, tidak semua orang disarankan langsung melakukan gerakan squat. Mereka yang memiliki keluhan atau masalah pada lutut dan punggung perlu memperhatikan kondisi tubuh sebelum menjadikannya sebagai rutinitas.
“Namun bila ada masalah pada lutut atau punggung, harap berhati-hati dan dikonsultasikan dahulu ke dokter sebelum rutin melakukan gerakan seperti ini ya!” pesannya.
Dengan demikian, menjaga kadar gula darah setelah makan tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga berat. Aktivitas fisik ringan yang melibatkan otot besar dapat menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan kenaikan gula darah, selama disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.