Selama Pandemi Anak Muda Rentan Depresi, Psikolog Ungkap Cara Atasinya

Vien Dimyati
Menjaga kesehatan mental di masa pandemi (Foto: NYC health)

Kegiatan ini bertujuan membantu generasi muda mengembangkan potensi diri menuju stabilitas mental dalam menghadapi segala perubahan dan tantangan hidup pasca pandemi.

Tara de Thouars selaku Psikolog Klinis mengatakan, gangguan kecemasan dapat diukur dari beberapa faktor seperti rasa kebingungan, banyak pertanyaan, keraguan, merasa di posisi yang tidak aman dan membandingkan kehidupan.

Menurutnya, penderita gangguan kecemasan juga berdampak pada berkurangnya rasa percaya diri, mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi dan menjadi penyendiri.

“Tanpa dipungkiri, pandemi ini menjadi hantaman psikologi yang cukup berat bagi kita semua khususnya generasi milenial dan Z. Saat mereka sedang tumbuh dan berkembang mengejar target-target, lalu dihadapkan dengan situasi yang tidak menentu dalam waktu yang panjang," ujar Tara de Thouars.

Dia menambahkan, pandemi membentuk rasa kecemasan terlebih bagaimana mereka mampu menghadapi situasi ke depannya, apakah masih ada kesempatan untuk mengejar target dan sebagainya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
18 hari lalu

Sebelum Meninggal Dunia, Brenda Fricker 6 Kali Keguguran hingga Alami Kesepian Berkepanjangan

20 hari lalu

Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 

3 bulan lalu

Gen Z Rentan Alami Gangguan Mental, Medsos Biang Keroknya?

3 bulan lalu

1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Kecemasan Mendominasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal