JAKARTA, iNews.id – Bagaimana jika tubuh pasien sendiri bisa dipersenjatai untuk melawan kanker? Pertanyaan tersebut perlahan bukan lagi sekadar gambaran dalam film fiksi ilmiah.
Perkembangan terapi sel imun (immune cell therapy) kini membuka peluang baru dalam pengobatan kanker dengan memanfaatkan sekaligus merekayasa sel kekebalan tubuh pasien agar mampu mengenali dan menyerang sel kanker.
Teknologi ini menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan precision medicine, pendekatan pengobatan yang berusaha menyesuaikan terapi dengan karakteristik biologis dan genetik masing-masing pasien.
Di tengah meningkatnya kasus kanker di dunia, teknologi tersebut menjadi perhatian para peneliti dan tenaga medis.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory dari International Agency for Research on Cancer (IARC), Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus baru kanker dan 242.099 kematian akibat kanker pada 2022. Beban tersebut diperkirakan masih akan meningkat.