Micro-arousal Bisa Ganggu Pemulihan Tubuh
Meski berlangsung singkat, micro-arousal yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi kualitas tidur. Kondisi tersebut dapat membuat sistem saraf tidak berada dalam kondisi pemulihan yang stabil sepanjang malam.
"Akibatnya, meskipun durasi tidur lo udah 8 jam, sistem saraf tidak sempat berada dalam mode pemulihan yang stabil," kata dr Adam.
Pada dasarnya, micro-arousal dalam jumlah tertentu merupakan bagian dari proses tidur normal. Fenomena ini tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan tidur.
Namun, jika terjadi terlalu sering, terutama ketika seseorang mengalami stres, micro-arousal dapat membuat tidur menjadi kurang berkualitas. Akibatnya, tubuh bisa terasa lelah ketika bangun meskipun waktu tidur sudah mencapai delapan jam.
"Sebenernya dalam jumlah yang wajar, micro-arousal justru bagian dari tidur yang normal karena membantu pembentukan memori. Tapi kalo terlalu sering, apalagi disertai dengan kondisi stres, itu bisa bikin lo ngerasa kelelahan di pagi hari," ujarnya.