Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak sakit influenza A atau H1N1pdm09 alias flu babi. (Foto: Ilustrasi AI)

Agus menilai sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

"Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, sehingga budaya pencegahan DBD dapat ditanamkan sejak usia dini dan diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga," katanya.

Pencegahan Dimulai dari Rumah

Pesan serupa disampaikan aktris Ririn Ekawati yang hadir dalam peringatan ASEAN Dengue Day 2026 bersama putrinya. Sebagai seorang ibu, Ririn menilai perlindungan anak dari DBD harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, orang tua memiliki peran besar dalam mengajarkan anak menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta melindungi diri dari gigitan nyamuk saat beraktivitas di dalam maupun luar rumah.

Ririn berharap semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama, sehingga risiko penyakit tersebut pada anak dapat ditekan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

2 hari lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

2 hari lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

18 jam lalu

6 Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Skrining Kesehatan 10.564 Peserta di Seluruh Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal