Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak sakit influenza A atau H1N1pdm09 alias flu babi. (Foto: Ilustrasi AI)

Kolaborasi Menuju Target Zero Dengue Death 2030

Dalam kesempatan yang sama, Head of Human Resources, Services and Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, mengatakan edukasi kepada anak-anak merupakan salah satu langkah penting untuk membangun budaya pencegahan DBD secara berkelanjutan.

"Kami berharap Gerakan 3M+ tidak hanya menjadi jargon, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat," ujar Ardiantara.

"Kami berharap semangat Gerakan Bebas Dengue yang dimulai dari Indonesia dapat menginspirasi lahirnya inisiatif serupa di negara-negara ASEAN lainnya," ujar Ardiantara.

Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia Zero Dengue Death 2030, yakni tidak ada lagi kematian akibat DBD pada 2030. Target tersebut diyakini hanya dapat tercapai apabila upaya pencegahan dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

2 hari lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

2 hari lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

18 jam lalu

6 Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Skrining Kesehatan 10.564 Peserta di Seluruh Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal