"Keberhasilan penanggulangan dengue tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor komunikasi publik, organisasi profesi, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh mitra pembangunan," kata Agus di acara ASEAN Dengue Day 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Dia melanjutkan, "Pendekatan kolaboratif berbasis bukti harus menjadi landasan dalam setiap implementasi program menuju target Indonesia Zero Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030."
Melihat tingginya angka kematian pada anak, Kemenkes mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap risiko DBD. Anak-anak yang aktif beraktivitas di luar rumah maupun di lingkungan sekolah memiliki peluang lebih besar terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi anak dari gigitan nyamuk perlu diterapkan setiap hari, bukan hanya saat terjadi peningkatan kasus DBD.
Selain menjaga rumah tetap bersih dan bebas genangan air, masyarakat juga diimbau rutin menerapkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai upaya tambahan untuk menghindari gigitan nyamuk.