Meski demikian, dampak media sosial terhadap kesehatan mental tidak selalu sama pada setiap orang. Pengalaman pribadi, lingkungan keluarga, hubungan sosial, serta kemampuan menghadapi tekanan juga dapat memengaruhi respons seseorang terhadap konten yang dikonsumsi.
Selain mengingatkan soal media sosial, Imran juga menyoroti stigma yang masih berkembang di masyarakat mengenai gangguan kesehatan mental. Salah satunya anggapan bahwa seseorang mengalami depresi karena kurang bersyukur atau kurang religius.
Menurut dia, depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang perlu dipahami sebagai persoalan medis. Kondisi tersebut tidak bisa disederhanakan sebagai akibat dari kurangnya rasa syukur, terlebih jika seseorang sudah membutuhkan penanganan profesional.
"Jadi, depresi sendiri itu kan memang ada gangguan, gangguan dari seseorang, dari kejiwaan seseorang yang tidak langsung depresi gitu. Jadi dia tuh akan memasuki tahap-tahap yang lain, misalnya dia kesulitan untuk menerima apakah ini suatu kenyataan atau ini suatu realitas," tegasnya.
Imran menjelaskan, kemampuan setiap orang dalam menghadapi stres juga berbeda. Tekanan yang dapat diatasi seseorang belum tentu mudah dihadapi oleh orang lain.